Pengaduan Orang Tak Dikenal

SMS tak dikenal…

“Bu Linova, apakah mengundang liputan bayar? Kami warga  Kabupaten XxXXxXXxX  muak lihat wartawan Ibu.”

“Bapak/Ibu yang Terhormat, tidak dikenakan bayaran apapun terkait undangan liputan. Mohon kalau mau melapor kenakalan reporter kami disertai dengan bukti. Jika cuma sekedar informasi begini namanya FITNAH. Lain kali kalau ada informasi liputan ke nomor HP saya saja.”

Lama ditunggu… SMS saya itu tak berbalas.

Menatap nanar nomor GSM tersebut…

Iklan yang Gak Mahal di TV

Menilik penggambaran asli salah satu balon bupati Deli Serdang…

“Si Ibu ini titipan Ibu Ani SBY, Nov…”

“Jadi kamu yang memegangi obor-obornya?” Tanyaku pada teman masa SMP ini.

“Ya itu sebabnya aku mau tanya kamu pasang iklan yang gak mahal di tvOne gimana caranya…”

Yang gak mahal?

(Membayangkan waktu  di mana orang-orang  tak lagi menonton teve)

“Ibu nanti saya kirimkan ratecard iklan-nya via e-mail ya.”

Aku diselamatkan sebuah telepon, permintaan Live Nonton Bareng.

Anak-anak Bertopeng dan Undang-undang Penyiaran

“Kalau gak ada pihak kepolisian usahakan anak-anak korban perbudakan dikumpuli…” Arahan produser Kabar Petang.

“Mbak Mugiii, buruhnya anak-anak semua niii… mereka terpaksa kupakein topeng.”

….

….

….

….

Stand upper (kontributor) Jasa Manurung mendengar percakapan di headset; dari Jakarta:  “Gak jadi, anak-anak jangan, melanggar Undang-undang Penyiaran…”

Garuk batang pohon.