Kata Mamakku Aku Mirip Bang Alfito.

Di tvOne kini Kontributor/video journalist wajib bisa Live Report via Skype, biasanya usai mereka on cam/siaran langsung di teve begini (beberapa) reaksinya…

 

“Kaaak, tergagap-gagap akuuu. Jelek kali kurasa…”

“Cemana, Kak? Bagusnya??”

“Eh, malu kali aku, Kak. Lupa aku angkanya tadi.”

“Kurasa kurang maksimal laporanku, Kak. Tapi next time kujamin lebih baik!”

“Kaaak, kata  Mamakku aku mirip Bang Alfito*!”

Ek.

*Alfito Deanova Ginting, presenter (ganteng) senior tvOne.

 

 

TV Media Massa Paling Stabil Selama 5 tahun Terakhir

“Teve merupakan media paling banyak diakses menurut riset AC Nielsen, Kak. ”

“Bukannya internet ya? Gadget sekarangkan canggih-canggih, sejuta aja bisa browsing.”

“Tahun ini TV diakses sebanyak 94%, tak jauh beda dengan lima tahun dulu 95% Kak, sementara menurut data terkini internet baru 11%.”

Dalam hati berharap presentase akses teve itu tetap tinggi.  Dapur awak soalnya, Makcik. Hehehe.

Hukum Mengatur Orang Banyak, Etika Aturan untuk Diri Sendiri

Pak Bagir Manan dalam Diskusi Jurnalistik AJI di Medan…

“Hukum itu aturan hidup sosial  mengatur hak dan kewajiban untuk orang banyak. Sementara Etika aturan yang digunakan untuk diri sendiri, bagi orang lain hanya dampaknya saja…”

Mendengarkan sambil mengelus-elus bolpenku seperti hewan peliharaan.

“Hukum memungkinkan diaturnya hak, sementara etika mengatur kewajiban. Untuk itu Pers kita harus bertanggung jawab secara intelek…karena esensi profesional itu menjunjung tinggi etika…”  Intonasinya sedikit parau.

 

Semakin serius mendengarkan. Sambil memerhati rambutnya yang abu-abu keperakan cemerlang disiram bohlam.

Narasumber Kalau Tidak Mau Menjawab Jangan Dipaksa

“Narasumber kalau tidak mau menjawab jangan dipaksa.”  Ujar sebuah buku.

Tayangan Ruang Kita di tvOne tadi, Reporter Desi yang melaporkan langsung dari Mabes Polri, bertanya pada tersangka ‘Penipuan Pengiriman SMS Anak Kecelakaan’. Ketika menanyai tersangka (tsk), si tsk tak mau menjawab, Desy berpindah pada tersangka satu lagi dengan legowo…

Paten kali ah! Makan duren yok, Des.

Saksi A De Charge

Berikut saran seorang jurnalis yang pernah mengalami kasus ‘salah berita’.

“Pokoknya kalau kau mengalami hal ini, kau buat kronologis peristiwa kasus, kumpulkan semua bahan yang berhubungan dengan berita, cari saksi-saksi Aaa dE cha(s)rge (logat Medan) …”

“Apa itu, Bang?”

” Saksi yang meringankan! Trus harus kau  INGAT, jangan memenuhi panggilan polisi pada Jum’at malam. Bisa dibuatnya kau menginap di kantor polisi.”

Lalu beliau tertawa keras seakan ia belum pernah menasehati orang seperti itu selama ini. Aku sampai tak sengaja menjauhkan telinga dari hadapannya.

SP3 Bodong

Tamuku hari ini….

Beginilah menggambarkan ceritanya:

“Kamu tau gak Mbak, kalau ada surga di Medan yang wajib diekspos? Isi surga itu padang hijau, permadani lumut, telaga segar dan sejuk, kepik warna-warni, pohon penuh buah ranum manis, ranting-ranting tumbuh mencapai langit, dedaunan berdesau menyapa angin…”

Gak kok, bukan itu. Pengaduannya kebalikan dari itu semua, bukan surga ding, neraka…

“Yang aku heran, Mbak…kok berani sekali Bapak ini mengeluarkan SP3 BODONG!” Pekiknya pilu.

SP3: Surat Perintah Penghentian Penyidikan.

Menyeka teh manis yang berlelehan di bibir.