Penggerebekan

Penggrebekan di rumah Taufik Hidayat, tersangka yang diduga perampok bank CIMB Niaga hari ini menimbulkan beberapa pertanyaan…

“Kenapa pelakunya pakai penutup wajah bertuliskan sebo Polisi?”
“Kenapa penggrebekannya terkesan XXxxXX?”
“Ada beberapa kejanggalan lain…”

Hanya Tuhan dan pohon pisang yang di depan rumah itulah yang tau!

250 Juta Tunai!

Wana sore tadi sampai di kantor seteleh menemani pejabat penting Jakarta yang ke gunung Sinabung.

“Kak tau nggak Komisi VIII  DPR RI ngasi uang cash loh 250 juta  di posko penampungan pengungsi Sinabung. Mereka bilang takut kena fitnah tilap kalau nggak  tunai, dalam hatiku habislah uang itu ditilap orang-orang ini.”

“Buruk sangkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Puasaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Waaaaaan.”

Hahahaha, kami akhirnya ketawa ngakak berdua. Ups…sukhjon di tengah puasa. Nggak jadi ya Allah maafkan kami.

Seleb Sinabung

“Siapa selebriti Sinabung paling ngetop sekarang?”

“Pak Surono!”
Ketika tim-ku berusaha memintanya LIVE di Kabar Petang sore ini beliau bilang,

“Maaf saya sudah “blocking time” dengan teve lain.”

Yaela Pak, kamu jadi kejam hanya karena blocking time!

Semangat tim-ku surut. Yang semangaaaaaaaaaaaaaaaaat!!! Minta pegawai yang baca SEISMOGRAF saja!

Akhirnya!

Perampok Bank Niaga

Perampokan Bank Niaga itu kog kayaknya penuh ronga-rongga batu ya? barangkali terlalu banyak unsur puasa di dalam prilakuku saat ini jadinya nalar cuma ke satuuu ituuu saja.

Ya…pertama, kenapa Brimob yang menjaga bank, kenapa bukan yang biasanya itu loh… petugas Samapta. Dengar-dengar dia juga baru seminggu di tugaskan di sana. Kedua kenapa proyektil yang ditemuka AK 56 yang notabene biasanya digunakan untuk tempur dalam kota. Siapa yang biasanya pakai AK 56? Kalau senjata dibeli dari GAM pasti jenisnya AK 45. (Siapa sih anda bung rampok?) Ketiga…kenapa si Brimob yang tewas bisa pakai senjata M16 seharusnya itukan senjata yang biasa dipakai sama TNI?

Ah aku cuma kasihan aja sama polisi-polisi kita, begitu saja dilecehin perampok. Dah hampir dua minggu belum ada titik terang Pak? Begitu susahkah menciduk “mereka”???