Bah! Palak Awak!

Imlek menunjukkan kepadaku betapa perkasanya sebuah hari. Bayangkan setelah kemarin kerja dari jam 9  pagi pulang sebentar ke rumah jam 6 sore, lalu usai Magrib berangkat ke Vihara Maitreya untuk bersiap-siap LIVE kabar Petang dan Kabar Malam hingga detik-detik pergantian tahun, tiba-tiba tadi pagi…

“Nov, Medan LIVE loh jam 6 pagi ini! Aku sudah koordinasikan ke Fahir dua hari lalu, dan tadi malam kutelpon lagi memastikan bahwa kita tayang pagi ini.”

“Bah, aku nggak dapat permintaan itu mas, kamikan baru pulang jam 2 dini hari tadi, masak sekarang jam 5 begini harus ke vihara lagi?”

“Nggak tau pokoknya Fahir udah oke in, kamu kuhubungi dua hari lalu hapenya nggak aktif, kamu susah dihubungi.”

“Aku susah dihubungi mas??? Yang betul aja, hape-kukan tiga, kontributor aja bolak balik kami bisa komunikasi apalagi dari Aceh sampai Palembang, kog Jakarta nggak bisa hubungi aku? Yang betul aja!”

“Pokoknya nggak bisa aja! Kamu susah ditelpon.”

“Bah nggak terima aku mas, aku koordinator semua, korlip juga, kalau hapeku sedang sibuk nggak bisa diangkat berarti aku sedang telponan sama kontributor, ya SMS-lah atau BBM aku. Jangan jadikan alasan aku nggak bisa dihubungi itu alasan yang klise sekali!”

“Ya pokoknya Fahir sudah bilang oke!”

“Ya sudah kalau memang mau minta LIVE sekarang nggak usah cari-cari kesalahan oranglah mas, apalagi alasannya aku nggak bisa dihubungi, kayak zaman dulu aja di mana cuma surat yang bisa diandalkan.”

“Ya pokoknya kalian naik pagi ini karena sudah janji.”

“Iya-iya disuruh LIVE sekarang oke, tapi aku nggak setuju disalahkan soal komunikasi….”

“Iyalah naik jam 6 kurang seperempat ya.”

“Iya…”

Ala Zombie, aku bergegas bangun dari tempat tidur, bbbu bbu bbu bergerak merambat sambil merem ke kamar, mandi,  sholat Subuh, trus pakai baju seadanya berangkat ke kantor…Lalu nyetir kayak Setan! (Udah jam 5.30 soalnya).

Setelah menyiapkan kru aku berangkat lagi ke Vihara, sambil bersiul (baca: siulan setan, takut nggak keburu juga!)

Thanks Allah, akhirnya kami naik pukul 6.20 menit.

Udah? Ya belumlah, kami juga harus naik di Apa Kabar Indonesia Pagi… (9.30) dan Kabar Siang (13.00). Tiba-tiba masuk pesan reporteŕ…

“Kak jangan lupa istirahat, kita udah mau abis peluru.”

Cepat-cepat aku telpon Jakarta…

“Mas please teamku udah kehabisan peluru, kita jangan naik LIVE lagi di Kabar Petang ya.”

“Ya tarik balik timmu.”

Bah…kalau beginikan enak, bukan kayak yang tadi pagi itu, palak awak!

Penggerebekan

Penggrebekan di rumah Taufik Hidayat, tersangka yang diduga perampok bank CIMB Niaga hari ini menimbulkan beberapa pertanyaan…

“Kenapa pelakunya pakai penutup wajah bertuliskan sebo Polisi?”
“Kenapa penggrebekannya terkesan XXxxXX?”
“Ada beberapa kejanggalan lain…”

Hanya Tuhan dan pohon pisang yang di depan rumah itulah yang tau!

250 Juta Tunai!

Wana sore tadi sampai di kantor seteleh menemani pejabat penting Jakarta yang ke gunung Sinabung.

“Kak tau nggak Komisi VIII  DPR RI ngasi uang cash loh 250 juta  di posko penampungan pengungsi Sinabung. Mereka bilang takut kena fitnah tilap kalau nggak  tunai, dalam hatiku habislah uang itu ditilap orang-orang ini.”

“Buruk sangkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Puasaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Waaaaaan.”

Hahahaha, kami akhirnya ketawa ngakak berdua. Ups…sukhjon di tengah puasa. Nggak jadi ya Allah maafkan kami.

Seleb Sinabung

“Siapa selebriti Sinabung paling ngetop sekarang?”

“Pak Surono!”
Ketika tim-ku berusaha memintanya LIVE di Kabar Petang sore ini beliau bilang,

“Maaf saya sudah “blocking time” dengan teve lain.”

Yaela Pak, kamu jadi kejam hanya karena blocking time!

Semangat tim-ku surut. Yang semangaaaaaaaaaaaaaaaaat!!! Minta pegawai yang baca SEISMOGRAF saja!

Akhirnya!