Lagi Soal Fakta, Narasumber dan Data

“Dik kurasa payah beritamu tayang, fakta yang ada dalam beritamu harusnya lebih kau periksa, narasumber pun baiknya yang dipercaya, kompatibel, kapabel, kredibel. Narasumber pertamamu oke, tapi yang kedua,  si Bapak ini cuma pengamat yang tidak berkaitan, apa hubungannya dia dengan impor ketumbar? Trus data lamanya pun belum kauperbarui, usahakanlah  data baru kau cari dan lengkapi… ”

Ia tak menjawab. Hanya meraba kamera Panasonic-nya seolah memandang hewan peliharaan.

Fakta, Narasumber, Data

Tiga elemen penting jurnalistik. Fakta, narasumber, data.

“Fakta jurnalistik berkembang dengan peristiwa.”

“Tapi payah diberitakan ketika narasumber mentiko, Kak. Kayak petinggi-petinggi P*X*X*, semuanya payaaah. Kita gerilya sama yang bawah-bawah aja! Meskipun mereka gak boleh ngasi statement tapi video yang kudapatkan bisa membuat mereka-mereka itu terpaksa berbicara…”

Merhatiin Yono dengan serius. “Gak abis minum tuak kau kan, Dik?”

“Gaklah, Kak!” Tangannya langsung garuk-garuk kepala…

Yono suatu hari…

Depresi Pengumpul Berita

Untuk lucu-lucuan, seseorang mengirimi gambar korban kecelakaan dengan seisi tubuh berceceran di aspal.

“Gak lucu, di kantorku belasan footage  setiap hari dikirimi banyak kontributor, mirip-mirip kejadian itu, mau??”

Belum pernah dengar ada yang namanyanya sindrom depresi para pengumpul berita ya?

Garuk dinding ah…

 

 

 

Oh Nias

Kak, Pangkostrad besok ke Nias, isu apa kita mainkan nih?
Aduh Dik, beliau itu mau kampanye buat kursi gubernur Sumatera Utara.
Eh… Iyanya… Kutanyakan sajalah soal keamanan pulau terluar di Nias ini…

Baiknya kau wawancara nelayan, ombak besar nih, kalau mereka gak melaut ngapain aja di daratan.
Dengar kampanye Pangkostrad-lah mereka kak!

Iya pulak ya… Garuk lantai.