Pamer Dengan Kontributor Teve Lain yang Nggak Dapat THR

BBM Kontributor.

“Kak, mau ngadu, honorku bulan ini cuma Rp350 ribu, ngeri kaliii, padahal aku kirim berita 20-an.”

“Maaf ya, Dik. Memang bulan lalu slot program kita disedot Piala Dunia Sepak Bola dan Pilpres…”

Dua hari kemudian…

“Ping! PING! Kaaak MERDEKA! THR masuuuk, Alhamdulillah, bisalah awak pamer sama kontributor teve lain yang nggak pernah dapat THR!”

Preeet!

Kecepatan Memberitakan Sangat Tergantung Listrik dan Jaringan

Doskusi Media Online

“Follow the rule of news cylce and communicator online media… entry-development-follow up-conclusion-speed-flexibility-anytime-anywhere, with any gadget!”

Tergantung listrik dan jaringan Pak E… Kalau gak ada keduanya? Secanggih apapun, secerdas apapun wartawannya meng-update….

Membatinku terputus. Seorang pemuda berwajah segar lewat.

Kok Banyak Orang Eksodus?

“Kak,  ada apa di Medan besok, kok hari ini dan kemarin banyak orang Cina Medan eksodus ke luar negeri?”

Menenggelamkan diri dalam buku, tak membalas SMS tersebut.

(Besok, pelantikan Gubsu dan wakil di DPRD, ada demo tolak kenaikan BBM, dan 21 elemen ormas Islam akan unjuk rasa  Konjen AS di Uniland… trus, gak tau disetir kemana lagi demonya…).

Wartawan Dilarang Membuat Berita Sadis

PEMBUNUHAN SEORANG PRIA YANG DIGOROK LEHERNYA MENGGUNAKAN CUTTER/ TERUNGKAP DIDALANGI SANG ISTRI////

 

“Diiik, bacalah pasal 4 Kode Etik Jurnalistik, wartawan dilarang memberitakan berita sadis.”

“Sadis apa, Kak?”

“Kejam dan tidak mengenal belas kasih… tau gak kalau terlalu banyak gula itu gak enak?”

“Ah, Kakak… kan enak kali teh yang banyak gulanya…”

Garuk dinding.