Mobil BNN Diberondong Peluru

 

Tim BNN suatu subuh…

“Mbak, Yoga kontributor Anda sudah sejam hilang… mobil kami diberondong peluru, kami selamat tapi dia tidak kami temukan…”

Semua terasa getir seketika.

 

(Thank you Allah, Yoga Syahputra ditemukan selamat setengah jam kemudian, tasnya tertembus peluru, flash disc tertembak, kamera rusak, handphone rusak, tubuh lecet-lecet). Butuh tiga jam menariknya dari tim untuk kerahasiaan penggerebekan itu, harus izin ke tiga orang petinggi BNN. Mobil jemputan kami kirim ke arah Aceh, sore itu juga Yoga dibawa pulang dengan pengawalan ketat petugas kepolisian).

Teman? Mungkin yang Kau Maksud Penipu?

 

Seorang video jurnalis di sela-sela peluncuran kereta api Raillink…

“Teman? Mungkin yang kau maksud penipu, Kak!” Sergahnya dengan nada menghina.

Merasakan tatapan bengisnya bagaikan jari-jari yang meraba wajah.

 

 

(Dalam suatu undangan peliputan, teman yang dimaksud melakukan ‘pencairan’ atas nama kawan-kawan jurnalis lain).

Rumah LS

Proyeksi rahasia Minggu malam…

“Rumah Aiptu LS ada di Sei Bamban, Rud… Belum ada media lain yang mencium.Tolong cek kebenarannya, fakta tentang rumah itu harus diperiksa, narasumber yang tahu rumah itu harus dipercaya, kompatibel, kapabel, kredibel. Data lama ada gak? Dulu kayak apa rumahnya? Data baru ada gak? Dibangun kayak istana begitu kapan?”

Senin pagi.

“Kak,dapat! Lima tahun dulu diperbesar, sempat buat upacara Mangungkol Holi (pengangkatan tulang keluarga), narasumber Kepala Dusun dan tetangga.”

“Kiriiim cepat buat Kabar Siang, jangan bocor dulu kemana-mana tunggu kita tayang.”

“Sabar Kak, internet di sini lemot.”

Ambil tasbih. Mutar berpuluh kali.