Hukum Mengatur Orang Banyak, Etika Aturan untuk Diri Sendiri

Pak Bagir Manan dalam Diskusi Jurnalistik AJI di Medan…

“Hukum itu aturan hidup sosial  mengatur hak dan kewajiban untuk orang banyak. Sementara Etika aturan yang digunakan untuk diri sendiri, bagi orang lain hanya dampaknya saja…”

Mendengarkan sambil mengelus-elus bolpenku seperti hewan peliharaan.

“Hukum memungkinkan diaturnya hak, sementara etika mengatur kewajiban. Untuk itu Pers kita harus bertanggung jawab secara intelek…karena esensi profesional itu menjunjung tinggi etika…”  Intonasinya sedikit parau.

 

Semakin serius mendengarkan. Sambil memerhati rambutnya yang abu-abu keperakan cemerlang disiram bohlam.

Sup Cacing di Jade Restoran

“Bu Linova, ini apa?” Ibu Aya Kumara konsul Muda Jepang setengah berbisik menunjukkan sebuah bentuk makanan seperti makaroni spriral sebesar jari kelingking ketika kami diundang makan malam di acara pelepasan penerima beasiswa Jenesys di restoran Jade di JW Marriot Medan.

“Ginseng Bu…” Bisikku padanya. Masih kurang percaya ia bertanya kepada pelayan yang stand by di samping kami.

“Ini bukan cacingkan?” Si pelayan berbisik ke telinganya…

“Ginseng Bu, sup Ginseng…”

Hahahahaha kami menahan tawa, karena saat itu Konsul Sedang menjelaskan beragam hubungan antara Indonesia Jepang.