Takut Dikira Calo Berita

SMS Undangan liputan:

“Asia Confrence on Ocean, Food, Security and Blue Growth, Rabu, 19 Juni 2013, Lokasi…” Dan seterusnya…

“Baik, Pak terima kasih informasinya.”
Share juga ke Metro TV ya.”

“Maaf, tak berani share, Pak. Nanti saya dikira calo berita.”

“Oh, pernah kejadian ya?”

Tak menjawab SMS itu lagi, tiba-tiba mata (hati)ku perih.

 

Lebih Ngeri Difitnah Terima Amplop

“Dek kita ketemu di lobby Grand Aston jam 15 ya, ada perempuan korban kekerasan mau ketemu.”

“Aku agak telat ya, Kak… Lagi menuju Tanjung Morawa, mau ketemu DPRD Deli Serdang, katanya mau pasang iklan di tvOne, beliau mencalonkan diri jadi Bupati…”

“Hati-hati kena fitnah ya, status kamu itu bikin istri orang deg-deg-an…”

Woalaaa… lebih ngeri difitnah terima amplop dari pada difitnah ‘janda nakal’, Kaaak.

No Photo! No Visual!!

Korban pelecehan seksual tidak boleh diungkap, nama korban, keluarga, alamat, sekolah/kampus, no photo! No Visual!!

“Maharani Suciyono itu korban pelecehan media (seksual) bukan, Bang? Harusnya pakai penutup muka si Maharani itu! Masa depankan masih panjaaang.”

Premis awal dan premis akhir gak nyambung ya?? (Maaf harusnya nama itu kuinisial, MS).

Hajab aku ini, gundah gulana. Yang punya wajah aja gak peduli.