Behind The Scene Breaking News Hercules TVONE Medan

Lima menit pertama HP  berdering bertubi-tubi mirip tsunami.

Pak Keda, Pak Ecep, Pak Ecep, Korda, Pak Keda, Pak Keda, Pak Ecep, Pak Keda, Pak Ecep… NHK(bayangkan tv Jepang NHK personilnya menelepon). Pak Keda, Pak Ecep, Pak Ecep, Pak Keda, Pak Ecep…

“Berapa menit video pertama bisa terkirim, Linova? Kirim lewat WA saya SEGERA!”

Sepuluh menit pertama itu juga hp-ku (berjuta kali) meminta footage awal agar segera terkirim.

Blackberry messenger…
Whats app messenger…
Telepon satu lagi…

Yoga manaaa gambarmuuu? Bang Buuuduuut mana? Kirim dulu video 7 meniiit! Bang Obeeeng jangan menumpuk di TKP ke rumah sakit Adam Maliiik SEKARANG, stand by Skype! Banaaa bantu visual di rumah sakiiiit. Fahmi tolong gerilyaaaa dengan SAR! Piciiit balik kanan dari Belawan tolong back up korban banyak iniii.

Bang Pahiiir SNG sudah di manaaaa?

Tiga puluh menit mendebarkan itu akhirnya Alhamdulillah, Budi Satria yang sudah sepuluh menit mencoba kirim visual 7 detik lewat WA sukses mengirim lewat FTP.

Selesai?
Beluuuum.

Tak bisa ke toilet, tak sempat kulepas hp barang sedetik pun.

Footage awal, tawar menawar video amatir, maping kontri, konfirmasi intelijen Kodam, intel Polda, SAR, Berapa sih jumlah penumpang, Bang? Betul ya 100-an?

Setelah koordinasi maping team dengan Joko…

Joko ANTV :  ini team kontributor menumpuk di rumah sakit!Aku di sini, Picit, Bana, Obeng. Gimana ini?

Bang Jokooo SNG baru sejam lagi sampai dari Sinabung. Budi Satria baru live Skype TKP, Obeng mau naik live skype rumah sakit,  signal hancur, Bana bantu alatnya. Korban diduga seratusan lebiiih. Jangan digeser-geser dulu yang di rumah sakiiit.

Bang berapa lagi video drone-nya terkirim?
Kak memory card-nya ditahaaan provost…
Alamaaak.

Satu setengah jam mendebarkan.

Pahir: SNG sudah bentang, Kak…lihat ini video drone ku-roll…

Oh dear Allah.

Di balik perut lapar dan haus Ramadan, hanya sentuhan akhir Tuhan yang membuatnya selesai indah, mulai video drone sampai video amatir eksklusif (Yoga: Kak 5 juta mau? Ini mau disambar anak Mxxxx TV…) di Kabar Petang.

Di ruanganku menjelang berbuka…

Pak Ecep: “Kak beli makanan yang enak nikmati dengan tim-mu di TKP…”

Terima kasih, Pak Ecep.

Kendaraan tak ada, jalanan macet, mata isinya nomor-nomor hp yang harus terus dipantau… meski tidak ikut makan enak. Hati terasa berkumpul dengan semangat untuk terus menjadi ‘yang terdepan mengabarkan’. I love You Allah, thank you for everything. I love you my team, you are the heroes of the day!

Malam itu kami terus menerus live…waktu mengendap-endap liar di atas langit Medan.

5 thoughts on “Behind The Scene Breaking News Hercules TVONE Medan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s