Lebay!

Kemarin aku bertemu dengan pemilik rumah lama. Acara Serah Terima kantor lama yang berlangsung pukul 15.00. Pak Iwan, pemilik rumah tersebut datang lagi dengan benz keren-nya yang sering membuat banyak teman-teman sekantorku ngiler. Pak Iwan yang pengacara ini melihat-lihat langsung isi rumahnya dengan gaya super tenang dan bijak.

Sepertinya ia puas selama ini kami merawat dengan baik rumahnya yang terletak di jalan Gurilla Medan Polonia itu. Ya iyalah Pak! Karena berada di kawasan paling mentreng di kota Medan kami nggak malu mengundang beragam jenis nara sumber loh Pak.  Pak Iwan manggut-manggut jarinya garuk-garuk jenggot kayak ada kutu. Sebenarnya Pak Iwan ini seniorku dulu waktu sekolah di Harapan. Mulai ngawurkan? Kalau kuceritakan begini bukan berarti aku naksir Pak Iwan loh, ya nggaklah meskipun beliau kelihatan shalih dan pinter. Suamiku yang keren dan baik hati itu mau dikemanain? Makin ngawur!

Balik ke kantor lama itu rasanya campur aduk. Seperti pulang ke rumah ortu, lantai dan atapnya bercerita pasca kepergianku yang membuat ruang-ruang di sana tak lagi riuh; gedubraks, lebay, Rinto Harahap banget!!! Barangkali jin-jin di rumah itu juga senang karena nggak ada yang ngomel-ngomel kalau AC lupa dimatikan ketika jam kantor usai, capek deh!

Melepas pindah sebuah rumah yang telah menyimpan banyak kenangan memang rasa film India; sedih maksudnya bow.  Kog rasanya teramat berat kembali ke sana dengan ruang-ruang yang kosong melompong, rada shock sih sebenarnya. Aku jalan ke belakang, ke depan, ke ruang panel, mushola…aduh, di sana itu…aku pernah bete dan nangis meraung-raung ketika teman-teman reporter nggak dapat footage yang kuharapkan. Lebay lagi ah! Tapi  pernah juga aku melonjak-lonjak kegirangan ketika berhasil memboboli teve lain. Hajar deh!!!

Di studio aku seperti melihat lagi beberapa pejabat tinggi duduk dengan muka menyala. Mulai dari Pak Mentri, anggota DPR RI, Gubsu, Kapolda, Pangdam, buruh, pengirim video amatir, hingga korban-korban perbuatan oknum nggak jelas dan mal praktek pernah diidudukkan di atas kursi panas studio sederhana tersebut; memang panas bow, lampu-lampu sorotnya bisa buat dadar telor!

Sebelum meninggalkan lembah kenangan tersebut, kusalam dinding kantor dengan cara meletakkan telapak tangan, kuucapkan terima kasih.  Tuhan bagaimana pun ia telah ikut mengabdi pada tvOne Medan, dan selama dua tahun memberi kami beragam “kengerian kerjaan” yang nggak bisa tersebutkan, asta la vista my ex!!! Eks kantor maksudnyaaaa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s