Panen Raya, Impor, Harga Beras Tetap Tinggi


Distribusi mengular beras di nusantara perlu disederhanakan, Pakcik.

Harga Eceran Tetap, milk tea dan pisang rebus anyep.

Advertisements

Mendapatkan Rasa Hormat


“Ia bekerja keras untuk mendapatkan rasa hormat dari tetangganya.”
Tercenung.
“Yang lebih menyedihkan melakukan vandalisme untuk mendapatkan rasa hormat.”

Ia mengambil gadgetnya. Memutar-mutar seolah spinner.

Merdeka Walk. Dinsum pedas dan jus somboi.

Kartini Womandiri

Suasana rumah sakit umum Pirngadi sedang sepi pengunjung ketika saya, Awi dan Saurma membezuk In (16 tahun) dan An (7 tahun) di sebuah kamar rawat inap tersendiri tanpa didampingi orang dewasa. Orangtua kedua bocah ini wafat karena HIV AIDS, dan An ketika dilahirkan langsung menjadi Anak dengan HIV Aids (ADHA).  Sejak kedua orangtua wafat In tak hanya jadi kakak namun otomatis menjadi ayah dan ibu bagi adik lelakinya.

Perlindungan magis dan penuh mawas diri ini yang saya rasakan pertama kali melihat In. Mendapati kehadiran kami bertiga ditambah Saurma yang mulai membidikkan kamera ke arah mereka berdua, In sontak agresif menutupi lensa sambil membentak dengan marah. Saurma langsung meminta maaf dan saya terbata-bata menjelaskan pada In bahwa kedatangan kami untuk membantu. Awi juga dengan lemah lembut menenangkan In. Syukurlah setengah jam kemudian In melunak. Piuh.

Singkat cerita kami menjadi seperti saudara. Jurnalisme empati bergulir dari Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) di Medan bahu membahu memperjuangkan kesehatan An dengan kondisi ADHA tersebut. Batuk yang sulit sembuh ditambah kesakitan akan kekurangan ekonomi. Bergantian kami membawa An piknik dan membezuk setiap kali stamina An memburuk. Melihat ketulusan In merawat adiknya menjadi kekuatan dan kebahagiaan kami untuk terus mendampingi mereka. Mencarikan rumah sewa yang aman dari cibiran hingga kebutuhan pribadi In dan An jadi perhatian FJPI. Bahagia An menjadi suka cita kami. Mengingat kerabat dari pihak keluarga An dan In berjarak setelah tahu An ADHA, menjadi keprihatinan yang luar biasa melihat dua bersaudara ini terkucilkan.

Empat tahun berlalu An tak lagi bersama kami. Perjuangan An untuk tetap sehat hanya bertahan hingga usia 11 tahun. Surga terindah untuk An.
In yang dengan hati penuh kasih atas inisiatif teman-teman FJPI akhirnya berkuliah di salah satu kampus swasta di Medan. Di sela waktu luang In mendedikasikan diri di sebuah organisasi Orang Dengan HIV Aids. Sesekali saya dan In bernostalgia mengenang An dengan cara membawa anak kecil lain yang juga terbuang dari keluarga berkasus seperti An makan bareng ke restoran.

Bagi saya menyaksikan In dan perjuangan membuat agar adiknya tetap hidup, membuat dirinya kuat dan hidup, dedikasinya menemani anak-anak kecil dengan HIV AIDS… In adalah perempuan hebat dan kuat #kartiniwomandiri abad ini. Bagi saya  kawan-kawan perempuan jurnalis di FJPI adalah perempuan-perempuan kuat yang bermoral tinggi, Kartini-kartini masa kini yang sangat taat pada profesi jurnalisme tanpa jadi kebas rasa terhadap kehidupan sosial. Mereka yang peduli ini adalah… perempuan-perempuan yang mengispirasi.

Selamat Hari Kartini Perempuan Indonesia, siapa pun yang kuat, sabar dan tegar dalam memperjuangkan kehidupan diri dan demi orang-orang di dekatnya adalah Perempuan Kuat, Kartini Kehidupan, #Kartiniwomandiri.

💕

Untuk Mengenang An dan ditulis spesial buat PEREMPUAN-PEREMPUAN HEBAT di
@womandiri